Primary tabs

Mencintai Perpustakaan, Buku, Serta Dunia Membaca dan Menulis Sejak Usia Dini Melalui Storytelling

Storytelling merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai pada anak yang dilakukan tanpa perlu menggurui sang anak. Storytelling merupakan suatu proses kreatif anak-anak yang dalam perkembangannya, senantiasa mengaktifkan bukan hanya aspek intelektual saja tetapi juga aspek kepekaan, kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi, dan imajinasi anak yang tidak hanya mengutamakan kemampuan otak kiri tetapi juga otak kanan. Berbicara mengenai kegiatan storytelling, secara umum semua anak-anak senang mendengarkannya, baik anak balita, usia sekolah dasar, maupun yang telah beranjak remaja bahkan orang dewasa. Dalam kegiatan storytelling, proses bercerita menjadi sangat penting karena dari proses inilah nilai atau pesan dari cerita tersebut dapat sampai pada anak. Pada saat proses storytelling berlangsung terjadi sebuah penyerapan pengetahuan yang disampaikan pencerita kepada audience. Proses inilah yang menjadi pengalaman seorang anak dan menjadi tugas si pencerita untuk menampilkan kesan menyenangkan pada saat bercerita.

Storytelling dengan media buku, dapat digunakan pencerita untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap buku tersebut. Pengalaman yang diperoleh anak saat mulai belajar membaca, akan melekat pada ingatannya. Kebanyakan anak merasa dipaksa saat ia belajar membaca. Namun dengan storytelling pengalaman berbeda akan dirasakan oleh seorang anak. Melalui storytelling juga, seorang anak akan belajar membaca tanpa perlu merasa dipaksa untuk melakukannya. Bunanta (2009: 5) menyatakan ada berbagai konsep storytelling yang dapat digunakan untuk mengajak anak membaca yaitu konsep storytelling dan bermain, storytelling sambil bermain musik, mengadakan festival storytelling dengan konsep pementasan teater dari anak untuk anak, dan lain sebagainya. Dengan banyaknya konsep yang dapat diusung, pencerita dapat menampilkan cerita secara menarik dan kreatif sehingga aanak tidak merasa bosan. Belajar sambil bermain adalah suatu hal yang tidak pernah lepas dari seorang anak, hal inilah yang harus diingat oleh pencerita.

Di masa sekarang, bercerita memang merupakan hal yang jarang dilakukan. Peran dan fungsinya sudah banyak tergantikan oleh tayangan televisi dan bermain game di komputer. Zaman memang dinamis, meski tidak selalu menimbulkan dampak yang harmonis. Terlepas dari semua itu, cerita memiliki kekuatan, fungsi dan manfaat sebagai media komunikasi, sekaligus metode dalam membangun kepribadian anak. Cara bercerita merupakan unsur yang membuat cerita itu menarik dan disukai anak-anak (Fakhrudin, 2009: 10). Layanan storytelling di perpustakaan biasanya digunakan untuk promosi perpustakaan. Seperti halnya  yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah kegiatan Storytelling atau Bercerita. Kegiatan ini rutin dilaksanakan seminggu sekali tiap hari kamis atau jum’at pagi dengan mengundang anak-anak TK. Layanan anak ini diberi ruang tersendiri yang terpisah dengan layanan remaja dan dewasa. Ruang layanan anak dapat disulap menjadi dunia anak yang tidak jauh dari bermain. Dunia, dimana semua anak memiliki peluang cukup besar untuk mengembangkan kapasitas individual mereka dalam lingkungan yang mendukung. Dunia yang mendorong perkembangan fisik, psikologis, spiritual, sosial, emosional, kognitif dan budaya anak-anak. Dengan memberikan layanan storytelling ini berarti Perpustakaan Provinsi telah ikut mendukung dan berupaya untuk menumbuhkan minat baca pada anak sedini mungkin. Menyajikan storytelling yang menarik bagi anak-anak bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih lagi anak-anak hanya dapat berkonsentrasi mendengarkan cerita hanya dalam waktu singkat, jika waktu bercerita terlalu lama akan membuat anak merasa cepat bosan dan tidak antusias lagi. Dengan adanya kegiatan storytelling tentu dapat memberikan pengaruh pada anak. Pengaruh tersebut dapat berupa pertumbuhan minat baca, hal inilah yang menarik untuk dievaluasi.

Diharapkan kehadiran storytelling dapat menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa kegiatan ini bisa memotivasi anak- anak kita sejak usia dini agar mencintai perpustakaan, mencintai buku, mencintai dunia membaca dan siapa tahu nantinya bisa menjadi seorang penulis handal. Salam Literasi!!!

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fakhrudin, 2009. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosda Karya,

Bunanta.  2009. Pendidikan Bagi anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Penulis: 
Runi Alcitra amalia
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,937 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,134 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,393 kali dilihat

ArtikelPer Kategori