Primary tabs

Pentingnya Pendidikan Pemakai (User Education) Di Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah wajah dunia dan merambah keberbagai bidang kehidupan manusia, termasuk perpustakaan. Bahkan hampir di semua kegiatan perpustakaan telah tersentuh teknologi informasi dan komunikasi. Perpustakaan adalah organisasi yang akan terus tumbuh dan berkembang sebagai mana yang dikatakan oleh Raganathan. Oleh karena itu, sekarang teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi salah satu indikator perkembangan perpustakaan. Mau tidak mau perpustakaan harus terus berinovasi terutama dalam layanan informasi agar perpustakaan tidak ditinggalkan oleh pengguna, tidak terkecuali perpustakaan perguruan tinggi.

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang bekerjasama dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utamanya membantu perguruan tinggi dalam mencapai tujuannya Sulistyo - Basuki (1993:51). Menurut Sutarno (2003:4), “Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan sederajat yang berfungsi untuk mencapai tri dharma perguruan tinggi, sedangkan penggunanya adalah seluruh sivitas akademika”. Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian perpustakaan perguruan tinggi dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di lingkungan perguruan tinggi atau yang sederajat untuk mendukung membantu pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dengan penggunanya dari kalangan sivitas akademika.

Perkembangan teknologi dan informasi juga menuntut perpustakaan perguruan tinggi untuk meningkatkan fungsi dan perannya, terutama dalam penyebarluasan informasi kepada pengguna dalam hal ini sivitas akademika. Agar perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal maka perpustakaan perlu melakukan kegiatan yang memperlihatkan dan memperjelas fungsi perpustakaan kepada sivitas akademika. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh perpustakaan adalah pendidikan pemakai. Kegiatan pendidikan pemakai merupakan salah satu kegiatan yang dapat menuntun pengguna menggunakan dan memanfaatkan informasi yang ada di perpustakaan baik menggunakan mesin pencarian online maupun secara manual.

Menurut Sutomo (2003, 102) pendidikan pemakai adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas layanan tentang seluk-beluk perpustakaan, manfaat perpustakaan, cara enjadi anggota, persyaratan keanggotaan, tata tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi, dan lain sebagainya. Semua itu dikerjakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan secara cepat, dan tepat tanpa banyak kesulitan.

Selain itu istilah lain pendidikan pemakai adalah orientasi pemakai yang didefenisikan oleh Montague (1995, 61) sebagai berikut, “is the proses where by library staf help user to gain access to information, both of formal instructional methods and training on the spot. A variety of techniques will be used, including multimedia and interactive system”. Dapat diartikan bahwa orientasi pemakai adalah proses dimana staf perpustakaan membantu pengguna untuk mendapatkan akses ke sumber informasi, baik dengan metode pembelajaran formal dan pelatihan di tempat. Berbagai teknik akan digunakan, termasuk multimedia dan sistem interaktif.

 

Tujuan Pendidikan Pemakai

Secara umum tujuan pendidikan pemakai yang tercantum dalam buku perpustakaan perguruan tinggi adalah;

  1. Meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya perpustakaan secara mandiri
  2. Membekali pengguna dengan teknik yang memadai dan sesuai untuk menemukan informasi mnemukan informasi dalam subjek tertentu
  3. Meningkatkan pemanfaatan dan sumber daya perpustakaan
  4. Mempromosikan layanan perpustakaan
  5. Menyiapkan pengguna agar dapat mengantisipasi , 2004)

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan pemakai (user education) bertujuan untuk memberikan gambaran secara nyata tentang perpustakaan, baik itu peraturan, layanan, fasilitas dan temu kembali informasi serta bagaimana mendayagunakan informasi secara optimal.

 

Pentingnya Pendidikan Pemakai (User Education)

Pendidikan pemakai di perpustakaan perguruan tinggi menjadi gerbang bagi sivitas akademika, terutama mahasiswa baru dalam memanfaatkan fasilitas dan informasi yang ada di perpustakaan secara optimal. Sering kali ditemukan pemustaka terutama mahasiswa baru belum mengetahui tentang keberadaan perpustakaan, letak koleksi, serta bagaimana menggunakan fasilitas yang ada di perpustakaan seperti menelusur dengan mesin pencarian online, memanfaatkan koleksi e-jurnal maupun e-book sebagai sumber informasi. Melihat kondisi demikian perpustakaan berupaya memberikan pengetahuan kepada pemustaka, salah satunya dengan kegiatan pendidikan pemakai (user education).

Ada beberapa alasan mengapa pendidikan pemakai sangat penting dilakukan oleh perpusakaan perguruan tinggi, antara lain;

  1. Pengguna perpustakan perguruan tinggi sebagian besar adalah mahasiswa, dimana mahasiswa lebih ditekankan untuk studi mandiri untuk itu kegiatan pendidikan pemakai hadir sebagai penuntun bagi mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas dan layanan yang ada di perpustakaan secara efektif dan efisien.
  2. Masih ditemukannya pengguna perpustakaan yang belum mengetahui bagaimana memanfaatkan dan menggunakan layanan informasi yang disediakan oleh perpustakaan. Terutama dalam menelusur menggunakan mesin pencarian online.
  3. Koleksi dan fasilitas yang ada di perpustakaan merupakan aset yang dimiliki oleh perguruan tinggi, dalam rangka peningkatan mutu maka pengguna harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan
  4. Melalui kegiatan pendidikan pemakai (user education) perpustakaan memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk mengembangkan diri, bukan hanya sebagai petugas tetapi pustakawan diberikan kesempatan untuk mngembangkan dan menyumbangkan pikiran serta keahliannya, guna meningkatkan kualitas dan potensi diri
  5. Melalui pendidikan pemakai, pustakawan dapat mendidik pengguna bagaimana menelusur baik secara langsung maupun melalui mesin pencarian online untuk menemukan kembali informasi yang dibutuhkan dengan cepat, tepat dan akurat.
  6. Pendidikan pemakai menjadi salah satu wadah interaksi antara pustakawan dan pengguna sehingga tercipta komunikasi dua arah. Dengan demikian diharapkan pengguna dapat memanfaatkan perpustakaan secara optimal.

Dari beberapa alasan di atas pendidikan pemakai atau user education menjadi salah satu kegiatan yang sangat penting dilaksanakan oleh perpustakaan perguruan tinggi, terutama dalam menwujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu kegiatan pendidikan pemakai (user education) harus menjadi agenda rutin bagi perpustkaan.

 

Daftar Pustaka

 

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdikbud

 

Hamdjah, Siddiq, dkk. 2015. Maanfaat pendidikan pemakai dalam penggunaan katalog UPT perpustakaan politeknik negeri manado oleh mahasiswa. Jurnal Acta Diurnal vol 4 no. 5

 

Rangkuti, Lailan Azizah. 2014. Pentingnya Pendidikan Pemakai (User Education) di Perpustakaan Pergutruan Tinggi. Jurnal Iqra 8 (1).

 

Sulistyo – Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Penulis: 
Darma
Sumber: 
Pustakawan Universitas Negeri Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,926 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,122 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,386 kali dilihat

ArtikelPer Kategori