Primary tabs

Antara Jembatan dan Perpustakaan

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan segera meresmikan hari jadi yang ke 18 pada tanggal 21 November ini. Sejauh ini, sudah banyak perkembangan secara fisik yang bisa kita saksikan. Pembangunan gedung kantor, jalan-jalan, hingga yang termegah saat ini adalah Jembatan EMAS. Membentang di Sungai Batu Rusa yang dibangun sejak tahun 2010 hingga resmi dioperasikan pada tahun 2017 lalu hingga sekarang. Dengan dana yang telah dihabiskan senilai Rp 420 milyar. Ditambah dengan biaya operasional yang juga turut menyedot anggaran daerah senilai Rp 60 juta perbulan.

Dengan hadirnya jembatan ini, masyarakat Bangka Belitung memiliki salah satu icon wisata yang baru. Menyaingi wisata pantai yang selama ini biasa dikunjungi masyarakat Bangka Belitung. Banyak warga antusias untuk melihat secara langsung jembatan ini. Hanya untuk sekedar mengisi waktu luang, untuk santai, melihat pemandangan indahnya garis pantai yang dimiliki provinsi ini, hingga melepas penat dengan bercengkarama bersama keluarga.

Suksesnya jembatan ini dioperasionalkan sangat menggembirakan, karena banyak waktu tenaga dan anggaran yang dihabiskan untuk menghubungkan dua wilayah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini yaitu Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkalpinang. Akses alternatif baru untuk menuju ke Sungailiat. Dimana saat ini lalu lintas Pangkalpinang – Sungailiat atau sebaliknya adalah salah satu rute perjalanan yang padat. Alasan yang logis untuk menciptakan jalur lingkar dan perekonomian baru bagi masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Tetapi dibalik kemegahannya Jembatan EMAS ini terselip juga kritikan yang disampaikan. Salah satunya adalah dari Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Haryo Soekartono Politisi Gerindra Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut hanya menghabiskan anggaran saja. Keberadaan jembatan tersebut, menghambat lalu lintas kapal bermuatan besar yang akan sandar di pelabuhan.

Bagaimanapun juga jembatan telah rampung, tak perlu lagi pro kontra tentang itu, tinggal bagaimana penataan jembatan dan penataan fasilitas lainnya agar dapat difungsikan secara optimal. Sehingga diharapkan keberadaan jembatan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke provinsi ini.

Jembatan telah selesai, tinggal fokus untuk mengembangkan masyarakat ini menuju kegemilangan sejati. Menata masyarakat yang merupakan sumber daya yang harus bisa didayaguna. Dan diharapkan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi masyarakat cerdas agar mampu mengelola negeri ini menjadi lebih baik. Bagaimana kalau kita melirik sedikit saja ke salah satu fasilitas milik pemerintah yang khusus untuk menyediakan jasa layanan literasi kepada pemustaka yang ada di lingkungannya yaitu Perpustakaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Beliung.

Menilik sejarahnya, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dibentuk melalui Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 7 Tahun 2008 tertanggal 21 Februari. Maka dikalkulasi hingga saat ini telah berumur 10 tahun sejak tanggal ditetapkan. 10 tahun dan sampai saat ini belum memiliki gedung perpustakaan yang layak. Cobalah datang berkunjung ke perpustakaan umum milik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Bandingkan dengan perpustakaan umum sebelahnya yaitu milik Kota Pangkalpinang. Sangat terasa perbedaan yang ditampilkan. Gedung perpustakaan provinsi terkesan kumuh, sumpek dan lapuk, tetapi gedung perpustakaan milik pemkot sangat bersahaja, bersih, dan nyaman. Wajar jika Perpustakaan Umum Kota Pangkalpinang bisa menggaet kira-kira 100 pemustaka setiap harinya, bila dibandingkan dengan Perpustakaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang hanya mampu menarik minat kira-kira 40 pemustaka setiap harinya.

Pernah terlintas dilamunanku seandainya perpustakaan dikucurkan dana, sedikit saja dari dana jembatan yang ada untuk membuat gedung baru yang representatif agar pemustaka dapat bergairah untuk berkunjung ke perpustakaan maka tentu saja akan banyak masyarakat yang berkunjung kesana. Semangat para pustakawan untuk kembali menggemakan literasi kepada masyarakat pemustaka akan terangkat kembali. Tanpa harus berpikir apakah tahun depan tetap digedung ini, atau pindah ke gedung lainnya. Terbayang para pengelola perpustakaan untuk dapat membuat alamat di suratnya, atau di halaman webnya karena gedung perpustakaan telah ditetapkan secara pasti lokasi keberadaannya dan tak pindah lagi. Tentu alamat palsu yang dipopulerkan Ayu Ting-Ting tidak berlaku lagi bagi gedung perpustakaan kebanggaan kaum literasi di negeri ini. Iya itulah sekelumit harapan dari kami para pustakawan, agar di alam nyata, keberadaan gedung perpustakaan yang representatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dapat segera terealisasi. Agar Bumi Serumpun Sebalai yang kita cintai dapat bertahan di derasnya arus globalisasi saat ini dan dimasa yang akan datang. Salam literasi.

 

Daftar pustaka

https://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_27_Tahun_2000

http://jembatanemas.com/

http://babelpos.co/dprd-pertanyakan-realisasi-anggaran-jembatan-emas/

http://babelpos.co/hasil-kunjungan-komisi-vi-dpr-ri-pasar-tak-layak-jembatan-mubazir/2/

Lembaran Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2008

Penulis: 
Achmad Adam
Sumber: 
Pustakawan Muda di Sekretarit DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,937 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,134 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,393 kali dilihat

ArtikelPer Kategori