Primary tabs

Kreativitas Pustakawan dalam Pengelolaan Pepustakaan

Dalam pengelolaan perpustakaan, seorang pustakawan membutuhkan kreativitas. Pustakawan harus kreatif dan bisa menciptakan berbagai ide dan metode untuk menarik dan memacu minat masyarakat terhadap berbagai fasilitas bacaan yang disiapkan perpustakaan. Kreativitas diperlukan untuk menjadikan koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dengan baik dan benar. Pustakawan harus mampu melaksanakan perencanaan penyelenggaraan kegiatan perpustakaan khususnya yang berhubungan dengan tugas pada bagian layanan koleksi perpustakaan, mengingat kegiatan layanan koleksi perpustakaan hanya akan berhasil jika pustakawan punya kreativitas yang tinggi.

Kreativitas itu bisa dilakukan dengan mempromosikan koleksi perpustakaan kepada pemustaka agar mereka mengetahui, mampu memanfaatkan dengan baik dan benar, termasuk menggunakannya untuk keberhasilan pembelajaran. Pustakawan dituntut mampu membuat suatu program serta terobosan yang dapat membuat penggunanya sering mengunjungi perpustakaan dan mencintai perpustakaan. Pustakawan harus menciptakan suasana perpustakaan yang  nyaman, sehingga pengguna perpustakaan yang membaca merasa betah berada di perpustakaan.

Pengelolaan perpustakaan harus dikelola oleh pustakawan yang profesional, sanggup menjawab kebutuhan para penggunanya dengan penyediaan koleksi buku yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga perpustakaan mampu dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat pengguna dan dapat mengurangi angka buta di berbagai wilayah.

Pustakawan perlu mengupayakan tetap menyediakan waktu berkualitas untuk bertemu dengan berbagai kolega. Pertemuan tersebut mendatangkan energi kreativitas pustakawan. Sikap utama yang dibutuhkan dalam membina kerjasama yang positif adalah ”sikap rendah hati”. Mau mendengar pendapat dan dapat menghargai kelebihan orang lain. Sering berdiskusi dan berinteraksi dengan banyak orang akan menyulut ide yang memunculkan kreativitas inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

Pustakawan harus kreatif mengembangkan berbagai akitivitas baru, manajemen baru yang belum pernah terlintas dibenak siapapun dalam mengembangkan perpustakaan. Banyak aktivitas yang dapat mendukung majunya sebuah perpustakaan seperti kegiatan worskhop menulis, launching dan bedah buku, temu penerbit dan penulis buku, bahkan tidak kalah menarik adalah mengadakan lomba membaca dan tulis buku dengan pemberian penghargaan serta hadiah kepada anggota perpustakaan setiap berkunjung atau pengunjung yang berpartisipasi besar terhadap citra perpustakaan supaya pengguna tidak mudah bosan. Dari sinilah pustakawan harus bisa berpikir inovatif dan kreatif dalam menciptakan hal yang baru, supaya pengguna betah dan nyaman berkunjung diperpustakaan.

Munandar (2002: 26) mengutip Rhodes yang mengategorikan kreativitas menjadi 4 (empat) bagian: 1) Person (pribadi kreatif), menjadi motor sekaligus pondasi bagi tumbuhnya aktivitas-aktivitas kreatif; 2) Process (proses kreatif) menghasilkan atmosfir kerja untuk selalu menghasilkan ide-ide dalam mendukung aktivitas kreatif; 3) Press (dorongan/ dukungan lingkungan), mempengaruhi variasi/aneka ragam aktivitas kreatif; 4) Product (produk kreatif), menjadi andalan bagi aktivitas kreatif untuk selalu dimanfaatkan pelanggan perpustakaan.

Lebih lanjut Sund (dalam Munandar 1987: 37) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif memiliki ciri-ciri: 1) Hasrat ingin tahu yang besar. Seseorang yang kreatif tentunya mempunya hasrat ingin tahunya sangat tinggi dan besar; 2) Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru. Baginya pengalaman merupakan guru yang terbaik; 3) Panjang akal. Artinya dia berpandangan luas dan tidak sempit memandang suatu persoalan; 4) Keinginan untuk menemukan dan meneliti. Karena hasrat ingin tahunya besar, maka dia mempunyai keinginan untuk meneliti suatu persoalan yang dihadapinya; 5) Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit. Dia menyukai tantangan dan tugas yang bisa membuatnya berpikir secara kreatif dan inovatif; 7) Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan; Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas; 8) Berpikir fleksibel; 8) Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak; 9) Kemampuan membuat analisis dan sintesis; 10) Memiliki semangat bertanya serta meneliti; 11) Memiliki daya abstraksi yang cukup baik, dan 12) Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.

Berdasarkan uraian di atas, maka point utama kreativitas pustakawan adalah bagaimana implementasi berpikir positif dan bersikap kreatif pustakawan dalam menjalani tugas pokok dan fungsinya di dunia kepustakawanan. Sehingga dengan adanya kreativitas pustakawan diharapkan mampu beradaptasi dengan kemajuan di era digital seperti sekarang ini.

Pada dasarnya, secara konkret upaya pustakawan membangun kreativitas inovatif bisa dilakukan dengan: a) Mengikuti perkembangan teknologi informasi. Artinya pustakawan harus punya keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi; b) Memiliki keterampilan komputer. Era digital seperti sekarang ini, komputer merupakan salah satu sarana akses ke era digital. Oleh karena itu penguasaan komputer bagi seorang pustakawan menjadi suatu keharusan; c) Meminta izin kepada pimpinan untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi di dalam dan luar negeri. Hal ini untuk mengimbangi perkembangan zaman dan tuntutan karir; d) Mengikuti pelatihan kepustakawanan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional dan lembaga lainnya. Hal ini dilakukan untuk memperluas wawasan dan keterampilan serta kompetensi seorang pustakawan; e) Kunjungan atau studi banding ke perpustakaan yang lebih besar dan maju baik dalam maupun luar negeri. Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Dengan studi banding maka ada pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil dan kemudian diterapkan di perpustakaan; f) Peningkatan kompetensi berbahasa asing, minimalnya bahasa inggris; g) Peningkatan jumlah dan kualitas terbitan ilmiah dan penelitian bagi pustakawan. Hal ini dilakukan untuk menunjang referensi pustakawan untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya.

Dari paparan di atas, Pustakawan memegang peran yang sangat penting dalam pengelolaan perpustakaan. Terutama di era digital seperti sekarang pustakawan harus kreatif inovatif, harus selalu melihat perkembangan perpustakaan dan kepustakawanan, harus mampu mengamati perkembangan lingkungan lokal dan nasional. Kemudian pustakawan jangan terkekang dengan lingkungan perpustakaan saja. Pustakawan harus mampu berkoneksi dan berjaring dengan profesi-profesi lainnya yang mampu membangkitkan kreativitas seperti membangun jaringan dengan lembaga swadaya masyarakat, komunitas dan bahkan bakti sosial.

Pustakawan jangan takut dengan hal-hal baru yang dihadapi. Kreativitas dan inovasi juga dapat ditingkatkan dengan cara mencoba hal-hal baru untuk meningkatkan pengalaman. Lakukan hal baru itu sebagai sebuah permainan, sehingga pustakawan merasa senang melakukannya, serta lebih siap menerima kegagalan dan belajar dari kegagalan tersebut. Perasaan senang itu merupakan kunci meningkatkan daya kreativitas. Serta pustakawan hendaknya selalu mengikuti secara kontinu pelatihan, pengembangan diri, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

 

Penulis: 
Uliarta Simanjuntak, S.Sos, Pustakawan Ahli Muda Pada DKPUS
Sumber: 
DKPUS BABEL

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,937 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,134 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,393 kali dilihat

ArtikelPer Kategori