Primary tabs

Memasyarakatkan Buku Dikalangan Pedesaan

“Buku tak hanya sekedar jendelanya dunia, namun lebih dari itu. Karena dalam setiap untaian kata dalam buku memiliki kekuatan magis yang dapat merubah peradaban dunia”. (Anonim)
Membaca buku memerlukan imajinasi, keintiman,  kesabaran, ketelitian, ketekunan, dan konsentrasi. Itulah beberapa hal yang akan kita alami saat “membaca buku”. Buku merupakan candu bagi mereka yang haus akan pengetahuan. Membaca buku hanya salah satu dari syarat memuaskan rasa haus akan ilmu.Dengan membaca kita akan disuguhi berjubel pengetahuan yang siap dipetik. Buku-buku menawarkan perspektif baru dan membuka cakrawala kita, ia memungkinakan kita melihat dunia tidak hanya dari satu sisi.

Kekuatan magis Buku kata demi kata, kalimat demi kalimat tersusun secara rapi dalam buku bukanlah seonggok kertas yang tak bernyawa. Dalam setiap huruf yang digoreskan penulis mempunyai sejuta makna yang sarat akan kepentingan. Dari manifestasi pemikiran yang tertuang dalam akumulasi kertas tersebut mempunyai kekuatan tesembunyi. Dan kekuatan tersebut siap mempengaruhi  atau merasuki pikiran pembacanya secara tak sadar. Mari kita telisik kembali bagaimana kekuatan magis yang terkandung dalam buku membuat majunya peradaban islam dengan melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar. Sudah seharusnya sedari sekarang kita menghadirkan buku ditengah-tengah kehidupan kita. Dengan hadirnya buku ditengah-tengah masyarakat diharapkan dapat mempermudah akses mereka untuk mendapatkan buku.

Sebagai Pustakawan, kita yang memang berkecimpung dengan buku-buku setidaknya kita percaya, apa yang kita lakukan adalah sebuah upaya dan kampanye menghadirkan  buku di tengah masyarakat kita. Salah satu contohnya adalah dengan menjalankan kegiatan  Layanan Perpustakaan Keliling,serta kegiatan Pembinaan Pengelolaan Perpustakaan ke Desa dalam setiap kabupaten yang ada di Provinsi Kita. Nampaknya usaha mempopulerkan buku ditengah kehidupan masyarakat Desa saat ini begitu sulit dan membutuhkan tenaga ekstra. Apalagi tanpa menghadirkan buku ditengah-tengah mereka. Itulah gambaran betapa sulitnya memasyarakatkan buku. Memasyarakatkan buku memang sulit adanya. Meski demikian, bagaimanapun caranya Pustakawan haruslah membantu masyarakat agar tidak asing terhadap buku. Dengan hadirnya buku ditengah-tengah masyarakat diharapkan dapat mempermudah akses mereka untuk mendapatkan buku serta dapat menumbuhkan minat baca masyarakat.

Minat baca masyarakat perlu ditingkatkan melalui pengembangan Perpustakaan Desa. Perlunya membangkitkan  dan  meningkatkan  minat  baca  masyarakat  secara merata di berbagai daerah sehingga tercapai masyarakat yang cerdas yang selalu megikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perpustakaan desa menjadi sebuah wadah kegiatan belajar masyarakat terutama yang keluarganya kekurangan ekonomi dan mendukung    peningkatan    kemampuan     aksarawan    baru     dalam pemberantasan buta aksara sehingga tidak menjadi buta aksara kembali.

 

DAFTAR PUSTAKA

Lasa HS : Manajemen Perpustakaan ; Yogyakarta : Gama Media, 2005.
QALYUBI, Syihabuddin : Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi ; Yogyakarta : IAIN Suka, 2003.

Penulis: 
Anggya Dwie Permatasari
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,937 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,134 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,393 kali dilihat

ArtikelPer Kategori