Menurut Ahmad S. Harjasujana (1986: 02) membaca adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetakan atau tulisan dengan menggunakan pengertian yang tepat. Oka (1983: 17) memberikan pengertian membaca sebagai proses pengolahan bacaan secara kritis-kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Pengertian membaca juga diberikan Hafni, 1981 dalam Mukhsin Ahmadi (1990: 22) yaitu membaca sebagai suatu istilah sangat beraneka ragam. Di dalam konteks belajar mengajar, membaca dipandang sebagai proses menuju pemahaman sebagai produk yang dapat di ukur.
Tujuan utama dalam membaca dituturkan oleh Tarigan (1987: 09) yaitu untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan yang erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan atau intensif kita dalam membaca. Oleh sebab itu, Tarigan dan H. G Tarigan (1987: 135) mengatakan membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam teks harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca.
Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatlan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Pesatnya teknologi mengandung kadar informasi, satu klik seakan-akan mengelilingi dunia. Banyak orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini jarang kita temukan generasi muda yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka disibukkan berswa foto dan lebih menarik lagi bermain game. Dari sekian pesatnya perubahan konvensial berimigrasi ke sistem online, masih ada juga sebagain dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.
Minat baca adalah hal positif yang harus ditumbuhkan sedini mungkin. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang sumber daya manusianya menyukai kegiatan membaca. Melalui membaca seseorang bisa menggali ilmu pengetahuan sehingga bisa meningkatkan kulitas dirinya. Minat baca anak sekarang ini sangatlah rendah. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca anak, salah datunya adalah semakain berkembangnya teknologi yang canggih.
Kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari tingkat minat membaca dari warga negaranya. Menumbuhkan minat membaca merupakan suatu langkah untuk menciptakan masyarakat yang gemar membaca. Minat baca ini perlu ditumbuhkan sedini mungkin agar lebih mudah menjadikan membaca sebagai kebiasaan hidup sehari-hari. Apabila membaca sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari, akan tercipta budaya membaca. Menumbuhkan minat membaca penting dilakukan terutama untuk para pendidik anak usia dini. Pendidik tersebut adalah tangan-tangan pemerintah yang mengemban tugas untuk mencerdaskan peserta didiknya agar kelak menjadi generasi unggul yang mampu mengharumkan bangsanya di dunia internasional. Anak usia dini tersebut berada pada masa peka untuk diberikan stimulus edukatif yang salah satunya ditanamkan kecintaan membaca sejak dini.
Ada beberapa faktor yang bisa mendukung pendidik anak usia dini untuk menumbuhkan minat membacanya, di antaranya: faktor motivasi, faktor lingkungan, dan faktor bahan bacaan. Faktor motivasi, yaitu dorongan dari dalam diri para pendidik untuk terus belajar dan selalu merasa tidak cukup dengan ilmu yang sudah didapat sehingga mendorongnya untuk selalu belajar melalui membaca buku. Orang-orang terdekat para pendidik dapat memberikan dorongan untuk membaca buku sehingga akan menjadi sumber motivasi untuk para pendidik tersebut. Faktor lingkunganpun bisa menjadi hal terpenting yang bisa menumbuhkan minat membaca pendidik anak usia dini. Lingkungan yang dapat menyediakan sarana dan prasarana membaca akan mempermudah pendidik menumbuhkan minat bacanya.
Berdasarkan pemaparan faktor yang mendukung minat membaca pendidik anak usia dini tersebut di atas, diharapkan dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan minat membaca pendidik anak usia dini sehingga pendidik tersebut dapat menjadi pendidik yang berkualitas.
Daftar Pustaka
Sandy Farboy. 2014. Penerapan Metode Cooperative Integrated Reading and Compositin (CIRC) Untuk Meningkatkan Kemampuan Menemukan Gagasan Utama Sebuah Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Batu Tahun Ajaran 2008/2009. Jurnal Artikulasi. Vol.7 No.1
- 105 reads
